Sabtu, 24 Maret 2018

ADAB-ADAB TERHADAP AL-QUR'AN



Setiap muslim harus meyakini kesucian Kalamulloh, keagungannya, dan keutamaannya di atas seluruh  kalam  (ucapan).  Al Qur’anul  Karim  itu  Kalamulloh yang  didalamnya  tidak  ada kebatilan.  Al Qur’an  memberi  petunjuk  jalan  yang  lurus  dan  memberi  bimbingan  kepada  umat manusia  didalam  menempuh  perjalanan  hidupnya,  agar selamat  di  dunia  dan  di  akhirat,  dan dimasukkan  dalam  golongan  orang-orang  yang  mendapatkan  rahmat  dari  Alloh  Ta’ala.  Untuk itulah, tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang Muslim melebihi keutamaan mempelajari Al Qur’an.  Sebagaimana  sabda  Nabi  ShallAllohu  ‘alaihi  wa  sallam,  yang  artinya:  “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Dalam  riwayat  Imam  Muslim  dijelaskan,  yang  artinya : “Bacalah  Al-Qur’an,  sesungguhnya  Al-Qur’an itu akan menjadi syafa’at di hari Qiyamat bagi yang membacanya (ahlinya).” (HR. Muslim). Wajib  bagi  kita  menghalalkan  apa  yang  dihalalk-an  Al Qur’an  dan  mengharamkan  apa  yang diharamkannya.  Diwajibkan  pula  beradab  dengannya  dan  berakhlaq  terhadapnya.  Untuk mendapatkan  kesempurnaan  pahala  dalam  membaca  Al Qur’an,  di  saat  membaca  Al Qur’an seorang Muslim perlu memperhatikan adab-adab yang akan disampaikan pada tulisan berikut ini.

Agar membacanya dalam keadaan yang sempurna, suci dari najis, dan dengan duduk yang sopan dan  tenang.  Dalam  membaca  Al Qur’an  dianjurkan  dalam  keadaan  suci.  Namun  apabila  dia membaca  dalam  keadaan  najis,  diperbolehkan  dengan  Ijma’  umat  Islam.  Imam  Haromain berkata : orang yang membaca Al Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama. (At-Tibyan, hal. 58-59).

Membacanya  dengan  pelan  (tartil)  dan  tidak  cepat,  agar  dapat  menghayati  ayat  yang  dibaca. Rasulullah ShallAllohu  ‘alaihi  wa  sallam bersabda, yang artinya: “Siapa  saja  yang  membaca  Al-Qur’an  (khatam)  kurang  dari  tiga  hari,  berarti  dia  tidak  memahami”  (HR.  Ahmad  dan  para penyusun  Kitab-Kitab Sunan).  Dan  sebagian  kelompok  dari  generasi  pertama  membenci pengkhataman  Al Qur’an  sehari  semalam,  dengan  dasar hadits  di  atas.  Rasulullah  telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatamkan Al Qur’an setiap satu minggu (7 hari). (Muttafaq Alaih). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al Qur’an sekali dalam seminggu.

Di  dalam  sebuah  ayat  Al Qur’an,  Alloh  Ta’ala menjelaskan  sebagian  dari  sifat-sifat  hambaNya yang  shalih,  yang  artinya:  “Dan  mereka  menyungkur  atas  muka  mereka  sambil  menangis  dan mereka bertambah khusyu’ (QS. Al-Isra’: 109). Agar membaguskan suara di dalam membacanya, sebagaimana  sabda  Rasulullah  ShallAllohu  ‘alaihi  wa  sallam,  yang  artinya:  “Hiasilah  Al-Qur’an dengan suaramu” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al'Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan: “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Maksud hadits di atas, membaca Al)Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj huruf nya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah Tajwid.

Membaca  Al Qur’an  dimulai  dengan  Isti’adzah. Alloh  Subhanahu  wa  Ta’ala berfirman,  yang artinya: “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk” (QS. An-Nahl: 98). Apabila ayat yang dibaca dimulai dari awal surat, setelah isti’adzah terus membaca Basmalah, dan apabila tidak di awal surat cukup membaca  isti’adzah.  Khusus  surat  At-Taubah  walaupun dibaca  mulai  awal  surat  tidak  usah membaca Basmalah, cukup dengan membaca isti’adzah saja.

Membaca  Al Qur’an  dengan  berusaha  mengetahui  artinya  dan  memahami  inti  dari  ayat  yangdibaca  dengan  beberapa  kandungan  ilmu  yang  ada  didalamnya.  Firman  Alloh  Ta’ala,  yang artinya:  “Maka  apakah  mereka  tidak  memperhatikan  Al-Qur’an,  ataukah  hati  mereka  terkunci ?” (QS. Muhammad : 24). Membaca Al Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih atau dalam hati secara khusyu’. Rasulullah ShallAllohu ‘alaihi wa sallam bersabda,  yang  artinya :  “Orang  yang  terang-terangan  (di  tempat  orang  banyak) membaca  Al-Qur’an,  sama  dengan  orang  yang  terang-terangan  dalam  shadaqah”  (HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad).

Dalam hadits lain dijelaskan, yang artinya : “Ingatlah  bahwasannya  setiap  hari  dari  kamu  munajat kepada Rabbnya,  maka janganlah  salah  satu  dari  kamu mengganggu  yang  lain,  dan  salah  satu dari kamu tidak boleh mengangkat suara atas yang lain di dalam membaca (Al-Qur’an)” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Bai haqi dan Hakim), ini hadits shahih dengan syarat Shaikhani (Bukhari-Muslim).

Jadi  jangan  sampai  ibadah  yang  kita  lakukan  tersebut  sia-sia  karena  kita  tidak  mengindahkan sunnah Rasulullah dalam melaksanakan ibadah membaca Al Qur’an.  Misalnya,  dengan  suara yang keras pada larut malam, yang akhirnya mengganggu orang yang istirahat dan orang yang  shalat  malam.  Dengarkan  bacaan  Al Qur’an.  Jika  ada  yang  membaca  Al Qur’an,  maka dengarkanlah  bacaannya  itu  dengan  tenang,  Alloh  Ta’ala berfirman,  yang  artinya :  “Dan  tatkala dibacakan  Al-Qur’an,  maka  dengarkanlah  dan  diamlah,  semoga  kamu  diberi  rahmat” (QS.  Al A’raaf : 204).

Membaca Al Qur’an dengan saling bergantian yang bertujuan untuk pendidikan atau mempelajari Al Qur’an. Yang mendengarkannya harus dengan khusyu’ dan tenang. Rasulullah ber-sabda, yang artinya :  “Tidaklah  ber-kumpul  suatu  kaum  didalam  rumah-rumah Alloh,  mereka  membaca  Al-Qur’an  dan  saling  mempelajarinya  kecuali  akan  turun atas  mereka  ketenangan,  dan  mereka diliputi  oleh rahmat  (Alloh),  para malaikat  me-nyertai  mereka,  dan Alloh membangga-banggakan mereka di kalangan (malaikat) yang ada di sisiNya.” (HR. Abu Dawud).

Setiap  orang  Islam  wajib  mengatur  hidupnya  sesuai  dengan  tuntunan  Al Qur’an  dan  harus dipelihara kesucian dan kemuliaannya, serta dipelajari ayat-ayatnya, dipahami dan dilaksanakan sebagai konsekuensi kita beriman kepada Al Qur’an. (Minhajul Muslim, Fiqih Sunnah, At -TibyanFi  Adaabi  Hamlatil  Qur’an).  Sumber  : http://cintaislam.wordpress.com/2007/07/06/adab'adab'terhadap'al'quran/Kaka Atsaury


Tambahan :


  • Meletakkan Al Qur’an dengan bagian Al Fatihah di atas.
  • Jangan membawa  Al Qur’an  ke  negeri  musuh  Islam.  Ditakutkan  Al Qur’an  akan  dirusak  oleh mereka. (Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah).
  • Jangan berdebat dengan Al Qur’an. (Baihaqi, Ibnu Majah, Hakim). * Dikhawatirkan, argumen Al Qur’an  yang  diajukan,  ditolak  oleh  lawan  bicara  kita,  berarti  secara  tidak  langsung  ia  sudah menolak Al Qur’an. Dan berdebat itu sendiri sangat tidak disukai oleh agama. Bahkan dianjurkan untuk menghindari perdebatan walau pun merasa benar.
  • Seseorang yang sudah menghafal Al Qur’an atau sebagian ayat Al Qur’an, jangan mengatakan, “Aku lupa ayat ini...”, tetapi katakanlah, “Aku dilupakan oleh Allah ayat ini..”. (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad).
  • Orang'orang  yang  tidak  boleh  memegang  Al Qur’an,  ialah :  Orang  junub,  Orang  haid,  Orang nifas, Orang kafir.
  • Jangan menyelonjorkan kaki ke Al Qur’an atau menyentuhnya dengan kaki. (Abu Nasir).
  • Al Qur’an tidak boleh dipakai bantal atau alas. (Thabrani, Baihaqi).
  • Al Qur’an tidak boleh dilangkahi. (Ibnu Hajar Asqalani).
  • Umar ra. senang jika melihat orang yang membaca Al Qur’an memakai baju putih. (Malik).
  • Ketika khatam dari tilawah Al Qur’an disunnahkan agar :


a.  Memperbanyak takbir dan tahmid.
b. Mengumpulkan keluarga dan doa  bersama'sama. (Ibnu Najar).

http://vb.tafsir.net/tafsir33721/
http://idrushasnialjawi.blogspot.com/2015/03/kedudukanlafadzdalamkaidahtatabaca.html
LINK ASAL :
www.fb.com/groups/groups/piss.ktb/1016707821685359
www.fb.com/notes/1032433020112839

Jumat, 12 Oktober 2012

JANGAN MENAHAN BERSIN, TAPI TAHANLAH MENGUAP

Inilah etika terbaik yang diajarkan oleh Rasul Muhammad SAW, manusia paling baik, paling mulia, manusia yang tidak pernah berbohong.

Dari Abu Hurairah. Nabi SAW, bersabda :”Bahwasanya Allah menyenangi bersin dari pada menguap. Maka ketika salah seorang dari kamu bersin dan memuji Allah berarti ia berhak didoakan oleh setiap orang Islam yang mendengarnya. Adapun menguap itu dari syetan dan tahanlah ia sekuatnya ketika salah seorang kamu
menguap, karena hal itu ditertawakan oleh syetan” (HR. Bukhari).

“Ketika seseorang dari kamu bersin, maka hendaklah memuji Allah dengan ucapan :  ALHAMDULILLAAH”, dan yang ada di sisinya hendaklah mengucapkan “YARHAMUKALLAAH (Mudah-mudahan Allah mengasihi anda)”. Dan ucapkanlah “YAHDIKUMULLAAH, WAYUSHALIH
BAALAKUM (Semoga Allah menunjuki anda, dan membebasakan anda dari bala/cobaan)”, oleh yang bersin sesudah didoakan oleh saudara atau kawanya” (HR. Bukhari).

“Ketika salah seorang kamu menguap, maka letakkanlah tangannya ke mulut, sebab syethan masuk lewat mulut tersebut” (HR. Muslim).

www.akhmadtefur.com

KASIH SAYANG ALLAH



Wahai jiwa dan ragaku dan juga Saudara-saudaraku …..,
Betapa dekatnya Allah swt. kepada diri kita !! Tetapi anehnya, mengapa sering kita tidak mau juga mendekatiNya ??? Bahkan, aku dan engkau, seakan semakin menjauhi-Nya ??!!!
Coba engkau perhatikan, Allah swt. telah berkata dalam satu hadist qudsi, yang artinya kurang lebih seperti ini :
"Aku menuruti keyakinan (sangkaan) hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu menyertainya bila ia mengingat-Ku. Maka jika ia mengingat Daku dalam dirinya, Aku pun mengingatnya di dalam diri-Ku, dan jika dia mengingat-Ku ketika dia sedang berada di tengah-tengah khalayak ramai, niscaya Kuingat dia di dalam kumpulan orang yang lebih baik daripada mereka itu. Bila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan bila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari". (HR : Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Wahai jiwa dan ragaku dan juga Saudara-saudaraku …..,
Apa yang pernah kita sangkakan kepada Allah swt. dalam hidup ini ?? Berapa banyakkah kita mengingatNya ??? Berapa sering kita mengingatNya ??? Baik dalam kesendirian, apakah lagi dalam keramaian ???
Allah begitu mencintaimu, bahkan tidak hanya mencintaimu, tapi mengasihi dan juga menyayangi kita. Sampai-sampai karena sangat mengasihi dan menyayangi kita, Allah berkabar kepadamu dengan beribu-ribu bahkan berjuta-juta kabar. Tapi, anehnya, diantara aku, dirimu tidak juga menyadari bahkan terkesan masa bodoh terhadap kabar itu.
Tahukah kamu, Allah telah berkirim surat kepadamu, berabad-abad yang lalu, sebelum kamu hadir di dunia ini ??? Allah swt. telah berkabar dalam kitabNya. Tentu..., kita tidak asing dengan Al-Quran bukan ??? Itulah kabar dari Allah swt. yang tersurat, yang khusus Dia kirim untuk kita. Bahkan karena sangat khususnya, sampai-sampai Allah memilih dan mengutus seorang hambanya yang sangat dikasihi, sangat mulia, yaitu baginda Rasulullah saw. untuk menyampaikan dan menjelaskan kepada kita.
Dan tahukah kamu, kabar dari Allah yang tersirat / tidak tersurat ??? Yang Dia ceritakan kepada kita ??? Ya..., itulah alam semesta ini dan seisinya. Termasuk diri kita yang sekarang ini. Tapi, sadarkah engkau bahwa semua itu adalah sebagai peringatan dari Allah swt. kepada kita yang sangat dicintai, dikasihi dan disayangi ???!!! Agar engkau, tidak tersesat, dan kelak dapat pulang dengan selamat dan bertemu dengan Rabb-mu.
Namun, anehnya, betapa banyak dan sering diri kita melupakannya ???
Kalau memang kita mengaku mencintaiNya lebih dari segalanya, tunjukkan bahwa memang kita sebagai seorang yang patut disebut seorang hamba yang cinta kepada Rabb-nya. Dan salah satu bukti bahwa kita mencintai Allah swt., tentu...., kita akan sering-sering membaca surat cinta-Nya yang telah dikirimkan kepada kita, yaitu Al-Quran.
Masihkah engkau ragu terhadap bukti kecintaan Allah kepada dirimu ??? Mari, perhatikan lagi salah satu hadist qudsi yang di bawah ini :

"Wahai anak Adam! Berdirilah engkau untuk mendekati AKU, niscaya AKU akan berjalan mendekatimu, dan berjalanlah untuk mendekati-KU, niscaya AKU akan berlari mendekatimu". (HR : Ahmad).

Rasulullah Shallahu alaihi wassalam bersabda :

"Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla membuka tangan-Nya pada waktu malam, supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada siang hari, dan Ia membuka tangan-Nya pada waktu siang,54 supaya bertaubat orang yang melakukan kesalahan pada malam hari. Begitulah hingga matahari terbit dari barat (kiamat)." (HR : Muslim).

Bukankah sudah sangat jelas, betapa besarnya kasih sayang Allah kepadamu, melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang tunggal yang paling disayanginya.  Subhanalloh…

Nah, bukti apalagi, yang dapat membuat dirimu tidak ragu untuk membalas cinta-Nya ??? Atau alasan apalagi bagimu, untuk lebih mencintai dunia ini dibandingkan dengan mencintai Allah swt.

Semua, kembali kepada diriku dan dirimu, wahai Saudara-saudaraku. Yuk, setiap waktu, detik demi detik, menit demi menit dan hingga akhir hayat kita, selalu berusaha untuk menjemput kasih sayang Allah.

Rabu, 29 Agustus 2012

KEAJAIBAN SHOLAT SUBUH

1. Sholat subuh adalah faktor dilapangkannya rezeki  
Pernah suatu ketika Nabi SAW sholat subuh, begitu selesai beliau pun kembali kerumah dan mendapati putrinya, Fatimah, sedang tidur.Maka beliau pun membalikan tubuh Fatimah dengan kakinya, hai Fatimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabbmu, karena Allah SWT membagi-bagikan rezeki para hambanya antara sholat subuh dan terbitnya matahari.

2. Sholat subuh menjaga diri seorang muslim  
Barangsiapa melaksanakan sholat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai Allah menarik kembali jaminan-NYA kepada kalian dengan sebab apapun. Karena siapa yang Allah cabut jaminan-NYA darinya dengan sebab apapun, pasti akan tercabut.kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahanam. Oleh karena itu wahai para pemuda yang takut dirinya terkena fitnah godaan wanita, mulailah harimu dengan sholat subuh, niscaya engkau berada dalam lindungan Allah. Wahai saudaraku yang menghawatirkan anak-anaknya kelak masuk neraka lakukanlah sholat subuh, perintahkan keluargamu untuk melaksanakanya, niscaya engkau dan anak-anakmu akan berada dalam jaminan Allah. 

3. Sholat subuh sama dengan sholat semalam suntuk  
Barang siapa yang melaksanakan sholat isya secara berjamah maka ia seperti sholat malam separoh malam.dan barang siapa yang melaksanakan sholat subuh berjamaah maka ia seperti sholat malam satu malam penuh.

4. Sholat subuh adalah tolok ukur keimanan  
Batas kita dengan orang-orang munafiq adalah menghadiri sholat isya dan subuh, sebab orang-orang munafiq tidak sanggup menghadiri kedua sholat tersebut. Sholat terberat bagi orang-orang munafiq adalah sholat isya dan subuh. Padahal seandainya mereka tahu pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.

5. Sholat subuh adalah penyelamat dari neraka 
Tidak akan masuk neraka orang yang melaksanakan sholat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.

6. Sholat subuh adalah salah satu penyebab seseorang masuk surga  
Siapa melaksanakan dua sholat bardain, ia masuk surga Sholat bardain adalah sholat subuh dan sholat ashar.

7. Sholat subuh akan mendatangkan nikmat berupa melihat wajah Allah yang mulia  
Nabi bersabda apabila penghuni surga telah memasuki surga Allah berfirman, apakah kalian ingin aku beri tambahan, mereka menjawab, bukankah engkau telah memutihkan wajah-wajah kami, bukankah engkau telah masukkan kami kedalam surga dan engkau selamatkan kami dari neraka. Rasulullah melanjutkan kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka, inilah nikmat tambahan itu.

8. Sholat subuh adalah suatu syahadah, khususnya bagi yang konsisten memeliharanya 
Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam.dan mereka berkumpul pada waktu sholat subuh dan asar.setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya dan Dia lebih tahu tentang mereka, bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku, mereka menjawab kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat dan kami datang keapada mereka ketika mereka sholat,

9. Sholat subuh adalah kunci kemenangan 
Bukhari meriwayatkan, apabila Rasulullah akan menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh  

10. Sholat subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya 
 Dua rakaat sholat subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya. Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia dan seluruhnya.

Sumber http://edukasi.kompasiana.com Badrudin Al-jauhari 01 April 2012 | 20:57 http://www.islam651.wordpress.com

Sabtu, 10 September 2011

Perayaan HUT RI



Inilah wajah-wajah ceria anak-anak RT 05 RW 14 Komplek Bumi Asri Mekar Rahayu Kopo Bandung, yang tengah bersiap-siap mengikut lomba tujuhbelasan. Ayo, Ato... Ato.... habisin coklatnya....!!!!

PASAR KEBONPOLO TEMPO DOELOE

KEUTAMAAN SURAT AL-FATIHAH

Surat Al-Fatihah adalah surat yang amat masyhur, telah dikenal oleh seluruh kaum muslimin. Saking terkenalnya, terkadang sebagian kaum muslimin menyalahgunakannya, seperti membacanya untuk orang mati saat ziarah kubur, atau mengirimkan pahalanya kepada Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Syaikh Abdul Qodir Al-Jailaniy, dan orang-orang yang telah mati. Semua ini tak ada contohnya dari Allah dan Rasul-Nya.
Surat Al-Fatihah amat masyhur, namun banyak di antara kita tak mengetahui fadhilah, dan keutamaannya. Padahal banyak sekali hadits-hadits yang menunjukkan keutamaannya, baik dari sisi kandungan atau kedudukannya di sisi Allah -Azza wa Jalla-. Diantara fadhilah dan keutamaan Surat Al-Fatihah:

• Surat yang Paling Agung
Orang yang membaca Al-Fatihah akan mendapatkan balasan pahala yang besar di sisi Allah. Terlebih lagi jika ia membacanya dengan ikhlash, dan mentadabburi maknanya.
Abu Sa’id bin Al-Mu’allaa -radhiyallahu ‘anhu- berkata,
"Dulu aku pernah sholat. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memanggilku. Namun aku tak memenuhi panggilan beliau. Aku katakan, "Wahai Rasulullah, tadi aku sholat". Beliau bersabda, "Bukankah Allah berfirman,
"Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu". (QS. Al-Anfaal: 24).
Kemudian beliau bersabda, "Maukah engkau kuajarkan surat yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid"?. Beliau pun memegang tanganku. Tatkala kami hendak keluar, maka aku katakan, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya tadi Anda bersabda, "Aku akan ajarkan kepadamu Surat yang paling agung dalam Al-Qur’an". Beliau bersabda, "Alhamdulillahi Robbil alamin. Dia ( Surat Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim yang diberikan kepadaku". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4720), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1458), dan An-Nasa’iy dalam Sunan-nya (913)]
Al-Imam Ibnu At-Tiin-rahimahullah- berkata saat menjelaskan makna hadits di atas, "Maknanya, bahwa pahalanya lebih agung (lebih besar) dibandingkan surat lainnya". [Lihat Fathul Bari(8/158) karya Ibnu Hajar Al-Asqolaniy]

• Surat Terbaik dalam Al - Qur’an
Surat Al-Fatihah merupakan surat terbaik, karena ia mengandung tauhid, ittiba’ (mengikuti) Sunnah, adab berdo’a, al-wala’ wal baro’, keimanan terhadap perkara gaib, dan lainnya.
Ibnu Jabir-radhiyallahu ‘anhu- berkata, yang artinya :
"Aku tiba kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , sedang beliau mengalirkan air. Aku berkata, "Assalamu alaika, wahai Rasulullah". Maka beliau tak menjawab salamku (sebanyak 3 X). Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berjalan, sedang aku berada di belakangnya sampai beliau masuk ke kemahnya, dan aku masuk ke masjid sambil duduk dalam keadaan bersedih. Maka keluarlah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- menemuiku, sedang beliau telah bersuci seraya bersabda, "Alaikas salam wa rahmatullah (3 kali)". Kemudian beliau bersabda, "Wahai Abdullah bin Jabir, maukah kukabarkan kepadamu tentang sebaik-baik surat di dalam Al-Qur’an". Aku katakan, "Mau ya Rasulullah". Beliau bersabda, "Bacalah surat Alhamdulillahi Robbil alamin (yakni, Surat Al-Fatihah) sampai engkau menyelesaikannya". [HR. Ahmad dalam Al-Musnad (4/177). Hadits ini di-hasan-kan oleh Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 17633)]

• Al - Fatihah adalah Al - Qur’an Al - Azhim

Surat Al-Fatihah dinamai oleh Allah dengan "Al-Qur’an Al-Azhim", padahal Al-Qur’an Al-Azim bukan hanya Al-Fatihah, masih ada surat-surat lainnya yang berjumlah 11 3. Namun Allah -Azza wa Jalla- menamainya demikian karena kandungan Al-Fatihah meliputi segala perkara yang dikandung oleh Al-Qur’an Al-Azhim secara global. Wallahu A’lam bish showab.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, yang artinya :
"Ummul Qur’an (yakni, Al-Fatihah) adalah tujuh ayat yang berulang-ulang, dan Al-Qur’an Al-Azhim". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (4427), Abu Dawud dalam Sunan-nya (1457), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (3124)]

• Surat Ruqyah
Al-Qur’an seluruhnya bisa digunakan dalam meruqyah. Namun secara khusus Al-Fatihah pernah dipergunakan oleh para sahabat dalam meruqyah sebagian orang yang tergigit kalajengking. Dengan berkat pertolongan Allah, orang yang digigit kalajengking tersebut sembuh kala itu juga.
Sekarang kita dengarkan kisahnya dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudriy -radhiyallahu ‘anhu- ketika beliau berkata, yang artinya :
" Ada beberapa orang dari kalangan sahabat Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah berangkat dalam suatu perjalanan yang mereka lakukan sampai mereka singgah pada suatu perkampungan Arab. Mereka pun meminta jamuan kepada mereka. Tapi mereka enggan untuk menjamu mereka (para sahabat). Akhirnya, pemimpin suku itu digigit kalajengking. Mereka (orang-orang kampung itu) telah mengusahakan segala sesuatu untuknya. Namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Sebagian diantara mereka berkata, "Bagaimana kalau kalian mendatangi rombongan (para sahabat) yang telah singgah. Barangkali ada sesuatu (yakni, obat) diantara mereka".Orang-orang itu pun mendatangi para sahabat seraya berkata, "Wahai para rombongan, sesungguhnya pemimpin kami tersengat, dan kami telah melakukan segala usaha, tapi tidak memberikan manfaat kepadanya. Apakah ada sesuatu (obat) pada seorang diantara kalian?" Sebagian sahabat berkata, "Ya, ada. Demi Allah, sesungguhnya aku bisa me-ruqyah. Tapi demi Allah, kami telah meminta jamuan kepada kalian, namun kalian tak mau menjamu kami. Maka aku pun tak mau me-ruqyah kalian sampai kalian mau memberikan gaji kepada kami". Merekapun menyetujui para sahabat dengan gaji berupa beberapa ekor kambing. Lalu seorang sahabat pergi (untuk me-ruqyah mereka) sambil memercikkan ludahnya kepada pimpinan suku tersebut, dan membaca, "Alhamdulillah Robbil alamin (yakni, Al-Fatihah)". Seakan-akan orang itu terlepas dari ikatan. Maka mulailah ia berjalan, dan sama sekali tak ada lagi penyakit padanya. Dia (Abu Sa’id) berkata, "Mereka pun memberikan kepada para sahabat gaji yang telah mereka sepakati. Sebagian sahabat berkata, "Silakan bagi (kambingnya)". Yang me-ruqyah berkata, "Janganlah kalian lakukan hal itu sampai kita mendatangi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, lalu kita sebutkan kepada beliau tentang sesuatu yang terjadi. Kemudian kita lihat, apa yang beliau perintahkan kepada kita". Mereka pun datang kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- seraya menyebutkan hal itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, "Apa yang memberitahukanmu bahwa Al-Fatihah adalah ruqyah?" Kemudian beliau bersabda lagi, "Kalian telah benar, silakan (kambingnya) dibagi. Berikan aku bagian bersama kalian". Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tertawa". [HR. Al-Bukhoriy (2156), Muslim (2201)]
Al-Imam Ibnu Abi Jamroh-rahimahullah- berkata, "Tempat memercikkan ludah ketika me-ruqyah adalah usai membaca Al-Qur’an pada anggota badan yang dilalui oleh ludah". [Lihat Tuhfah Al-Ahwadziy (9/206)]

• Cahaya Untuk Ummat Islam

Satu lagi diantara fadhilah Al-Fatihah, ia disebut dengan cahaya, karena di dalamnya terdapat petunjuk bagi seorang muslim dalam semua urusannya. Jika kita mengkaji Al-Fatihah secara mendalam, maka kita akan mendapat banyak faedah dan petunjuk. Oleh karena itu, sebagian ulama’ telah menulis kitab khusus menafsirkan Al-Fatihah dan mengeluarkan mutiara hikmahnya yang berisi pelita yang menerangi kehidupan kita.
Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu- berkata, yang artinya :
"Tatkala Jibril duduk di sisi Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- , maka ia mendengarkan suara (seperti suara pintu saat terbuka) dari atasnya. Maka ia (Jibril) mengangkat kepalanya seraya berkata, "Ini adalah pintu di langit yang baru dibuka pada hari ini; belum pernah terbuka sama sekali, kecuali pada hari ini". Lalu turunlah dari pintu itu seorang malaikat seraya Jibril berkata, "Ini adalah malaikat yang turun ke bumi; ia sama sekali belum pernah turun, kecuali pada hari ini". Malaikat itu pun memberi salam seraya berkata, "Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu; belum pernah diberikan kepada seorang nabi sebelummu, yaitu Fatihatul Kitab, dan ayat-ayat penutup Surat Al-Baqoroh. Tidaklah engkau membaca sebuah huruf dari keduanya, kecuali engkau akan diberi". [HR. Muslim dalam Shahih-nya (806), dan An-Nasa’iy (912)]

• Penentu Sholat

Al-Fatihah adalah kewajiban bagi setiap orang yang mengerjakan sholat, baik ia imam, makmum, atau pun munfarid (sholat sendiri). Barangsiapa yang tak membacanya, maka sholatnya tak sah.
Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, yang artinya :
"Barangsiapa yang melakukan sholat, sedang ia tak membaca Ummul Qur’an (Al-Fatihah) di dalamnya, maka sholatnya kurang (3X), tidak sempurna". Abu Hurairah ditanya, "Bagaimana kalau kami di belakang imam". Beliau berkata, "Bacalah pada dirimu (yakni, secara sirr/pelan), karena sungguh aku telah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, "Allah -Ta’ala- berfirman, "Aku telah membagi Sholat (yakni, Al-Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku setengah, dan hamba-Ku akan mendapatkan sesuatu yang ia minta". [HR. Muslim (395), Abu Dawud (821), At-Tirmidziy (2953), An-Nasa’iy (909), dan Ibnu Majah (838)]
Abu Zakariya An-Nawawiy-rahimahullah- berkata, "Al-Fatihah dinamai sholat, karena sholat tak sah, kecuali bersama Al-Fatihah". [Lihat Syarh Shohih Muslim (2/127)]
Inilah beberapa diantara keutamaan Al-Fatihah, kami sajikan bagi para khotib, da’i, penuntut ilmu, dan seluruh kaum muslimin agar mereka tahu dan mengamalkan hadits-hadits shohih ini, dan menyebarkannya, tanpa berpegang lagi dengan hadits-hadits lemah dan palsu tentang fadhilah Al-Fatihah.

Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 86 Tahun II. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec. Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP : 08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah). Pimpinan Redaksi/Penanggung Jawab : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Dewan Redaksi : Santri Ma’had Tanwirus Sunnah – Gowa. Editor/Pengasuh : Ust. Abu Fa’izah Abdul Qadir Al Atsary, Lc. Layout : Abu Dzikro. Untuk berlangganan/pemesanan hubungi : Ilham Al-Atsary (085255974201).